Miftachul Wachyudi (Yudee) is My Best Next President Republik Indonesia

Miftachul Wachyudi (Yudee) is My Best Next President Republik Indonesia
Miftachul Wachyudi (Yudee) is My Best Next President Republik Indonesia

Miftachul Wachyudi (Yudee) is My Best Next President Republik Indonesia

Miftachul Wachyudi (Yudee) is My Next Best President Republik Indonesia

Rabu, 21 Mei 2014

Si Rubah dan Si Burung Bangau






SI RUBAH DAN SI BURUNG BANGAU

Pada suatu hari Tn. Rubah memutuskan bermurah hati dan mengundang makan Tn. Burung Bangau Tua . makan malam itu tidak rumit-karena biasanya ia kikir, ia tidak menyajikan hidangan kaki yang lengkap- sesungguhnya ia hanya menyajikan sebuah piring ceper yang diisi bumbu encer. Dalam waktu semenit Tn. Rubah telah menjilat bersih piringnya; sementara itu tamunya yang berusaha makan dengan paruhnya, tak bisa menyantap sedikit pun bubur itu. Untuk membalas dendam atas lelucon keji ini, si burung bangau mengundang  si rubah makan malam seminggu kemudian. “dengan senang hati aku mau”.  Jawab si rubah; “bila di undang makan oleh teman-temanku, aku tak pernah menolak.” Pada hari itu si rubah berlari ke rumah tuan rumahnya. Tepat waktu dan seketika itu juga mulai memuji segalanya: “cita rasa yang hebat! Elok sekali dan makanan itu dimasak matang sebagaimana mestinya!” kemudian duduklah ia dengan penuh selera (Rubah selalu siap makan)  dan menikmati aroma daging yang lezat itu. Yang disajikn adalah daging cincng  dan disajikan kepada si rubah dalam botol berleher panjang dan bermulut sempit. Untuk membalas dendam padanya. Burung bangau itu, yang memasukkan paruhnya dengan mudah ke botol itu menikmati hidangan dengan paruh panjangnya; tetapi moncong si rubah ukuran dan bentuknya tidak sesuai dengan botol itu, jadi ia terpaksa kembali ke sarangnya dengan perut kosong, ekor turun, telinga terkulai. Dengan wajah merah padam semerah seekor rubah yang telah tertangkap oleh seekor ayam betina.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar